PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Gasa Foredi Gasa
| 0 komentar ]

 Adolf Eichmann, Sang Pembantai Manusia
KABARKAMI - Di abad 20 yang telah berlalu, bumi dihuni sesosok manusia. Sesosok manusia itu seperti manusia lainnya: tertawa-menangis, berak-kencing, makan-minum, terjaga-tidur, dan lainnya. Namun di suatu momen, sosok manusia itu mampu -dengan sadar- membuat keputusan besar: memusnahkan manusia lainnya secara massal.

Sosok manusia itu adalah Adolf Eichmann, seorang militer berpangkat kolonel yang setia di bawah pemerintahan Jerman Nazi ala Adolf Hitler. Eichmann adalah anggota SS Gestapo, polisi rahasia Nazi yang dipimpin Jend. Rainhard Heidrych. Dia adalah deputi Jend. Heydrich untuk urusan Yahudi.

Terkait kesetiaannya kepada Hitler, Eichmann pernah berkata, “…saya menyadari bahwa kehidupan yang didasarkan pada taat dan menerima perintah adalah kehidupan yang sangat nyaman memang. Hidup sedemikian rupa mengurangi kebutuhan yang minimal untuk berpikir…”
Maka ketika Hitler membuat perintah untuk membasmi jutaan orang Yahudi, Eichmann dan beberapa dedengkot Nazi lainnya langsung membuat rapat untuk merealisasikan perintah itu. Dalam sebuah rumah di tepi danau di Wannsee, Berlin, Jerman, para dedengkot Nazi itu menentukan nasib hidup jutaan orang Yahudi dalam waktu dua jam.

Eichmann-lah yang merancang rapat yang dipimpin oleh Jend. Rainhard Heidrych itu. Dalam rapat itu dibahas

dasar-dasar untuk membasmi Yahudi, dampak-dampaknya, dan cara pembasmiannya. Intinya, membersihkan rakyat eropa yang dikuasasi Jerman Nazi dari ras Yahudi.

Pelbagai cara dibahas untuk membasmi Yahudi: evakuasi, emigrasi, deportasi, dan lainnya. Sampai rapat berujung pada sebuah keputusan: kematian adalah cara terbaik. Jutaan orang Yahudi digiring ke sebuah ruangan di daerah Auswitch. Di dalam ruangan itu, para Yahudi diracuni dengan gas sampai mati. Eichmann-lah orang yang membacakan keputusan itu. Dan ribuan orang Yahudi mati perhari hingga jumlah mereka sampai jutaan.

“Untuk jumlah semuanya, saya harus mengatakan bahwa saya tidak menyesali apa-apa…Saya percaya pada Tuhan. Saya mematuhi hukum perang dan setia kepada bendera saya,” kata Eichmann. 

Setelah Jerman Nazi kalah dalam Perang Dunia II, Eichmann melarikan diri. Dia ditangkap oleh Mossad, agen rahasia Israel, di Argentina pada 1960. Diadili dan dihukum gantung atas kejahatannya di Jerusalem pada 31 Mei 1962.





Subscribe

Related Posts by Categories



0 komentar

Posting Komentar